Teknik Bermain Basket

Standar

Siapa tidak kenal Olahraga yang satu ini, Basket adalah olahraga segala zaman, bapak atau ibu kita dulu juga mungkin pernah menjadi anggota teamnya, Dalam permain Bola Basket Tentu Memiliki Cara Dan Teknik Bermain Basket. Nah Sebelum tahu bagaimana , kita wajib mengenali Pemainan yang sati ini.

Cara Dan Teknik Bermain Basket

Permainan bola basket populer sejak tahun 1891 oleh seseorang bernama Dr James Naismith, seorang yang berkebangsaan kanada, secara tidak sengaja menciptakan sebuah permainan, bola yang dimasukkan dalam keranjang, Terdiri dari 5 orang pemain, dan 5 lawan main. dalam ukuran lapangan 28.65 m x 15.24 m dalam aturan internasional,Cara Memengang Bola Basket ….Memengang bola basket harus, stabil , seimbang dan penuh penguasaan, biasakan selalu memegang dengan pasti bola dan selalu menguasai keadaan bola, untuk lebih mengenal ukuran bola basket adalah 28 X 15 cm, Dan berat sekitar 450-500 grm…. nah setelah kita tahu bentuk , berat dan ukuran bola kita juga harus memperhatikan cara memegang bola. Ketika bola berada ditangan kita rasakan dan betul-betul kita tahu apa yang harus dilakukan setelah memegang bola.
Tekhnik Dasar Bermain Basket :
1. Dribel Bola , maksudnya kita mendribble bola dengan tangan, nah yang digunakan untuk mendapatkan gerakan dribble yang sempurna cara kita memantulkan bola dengan jemari, gunakan atas telapak tangan yang juga mengenai jari-jari tangan, dan arahkan sesuai gerak bola, kecepatan pantulan juga sesuai dengan dorongan yang kita lakukan, jika kita dorong terlalu keras maka pantulan balik juga cepat, sebaliknya jika pelan maka kecepatan pantukan akan berkurang. Unatuk mensiasati atau melambatkan pantulan dari dorongan jari kita yang keras tadi, kita bisa menahan saja bola itu tanpa harus mendorongnya lagi.
2. Pivot, gerakan yang satu ini merupakan dasar dari bermain bola basket, dengan posisi bola yang masih ditangan ( mempertahankan bola ) dari lawan, dengan menggunakan gerakan badan,putaran kaki atau badan tersebut dapat diputar sampai 360 derajat, selama tidak bergeser kaki yang satunya.karena satu kaki sebagai tumpuan, atau poros, jika kedua kaki sama-sama bergerak maka akan terjadi pelenggaran.
3. Shooting, atau tembakan, mengguakan dua atau satu tangan , arahkan bola lurus sejajar pada ring dengan menumpukan bola pada satu tangan diangkat sejajar dengan telinga di atas pundak dan satu tangan sebagai menyeimbang, untuk hasil lemparan yang semurna gunakan jari-jari untuk mendorong bola. memang untuk pemula akan terasa berat dan sulit akan tetapi hasil gerakan bola akan maksimal.
4. Lay up, atau bisa disebut tembakan dengan melayang, dengan teknik tiga langkah terakhir, bisa kanan-kiri-kiri atau kiri-kanan-kanan, untuk posisi kaki.
5. Fade Away, atau disebut juga teknikyang mendorong badan kebelakang saat melakukan shoot, sehingga menyulitkan defender untuk menghadang bola.
6.Hook adalah Teknik dalam bermain basket dengan men shooting bola dengan menghempaskan tubuh kebelakang, cara ini sangat efektif bila si penjaga berpostur lebih tinggi daripada si pemegang bola.
7. Jump Shoot, adalah teknik menembakkan bola kedalam ring, dengan lompatan , semakin tinggi lompatan semakin bagus.
8. Slamdunk, seperti yang dilakukan tokoh kartun basket dunia si Hanamichi sakuragi, yang trkenal itu caranya dengan mencelupkan bola kedalam ring dan diakhiri dengan hempasan tangan yang kuat, ini sangat bagus jika pemain memiliki tinggi ideal pemain basket, kuarang lebih yang berpostur 180 keatas yang gampang melakukan teknik yang satu ini.
Posisi dan Fungsi Pemain :
1. Forward atau pemain penyerang berada sejajar di depan ada dua pemain, bertugas untuk menyerang dan pecetak point’
2. Guard, dua pemain berada dibelakang dan biasanya sejajar dengan forward.
3. center, satu pemain berada ditengah, dengan postur yang lebih tinggi, untuk memblok atau rebound bola atau sebaga cover, untuk team.
4. Play maker, pembagi bola.
Cara Dan Teknik Bermain basket diatas merupakan dasar untuk pemain pemula atau sebagai bahan tambahan materi sebelum anda melakukan praktek bermain, semoga memantu.

ATLETIK

Standar

Cabang olahraga atletik adalah ibu dari sebagian besar cabang olahraga (mother of sport), di mana gerakan-gerakan yang ada dalam atletik seperti: jalan, lari, lompat dan lempar dimiliki oleh sebagian besar cabang olahraga, sehingga tak heran jika pemerintah mengkategorikan cabang olahraga atletik sebagai salah satu mata pelajaran pendidikan jasmani yang wajib diberikan kepada para siswa mulai dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat sekolah lanjutan menengah atas, sesuai dengan SK Mendikbud No. 0413/U/87.
Pelaksanaan perlombaan atletik telah dilakukan manusia sejak zaman dahulu hingga olimpiade masa kini. Ballesteros (1979:1), menjelaskan sebagai berikut :
Lebih-lebih atletik merupakan unsur olahraga yang terpenting bagi olimpiade modern. Atletik itu dilakukan di setiap negara karena nilai nilai edukatif yang terkandung di dalamnya memegang peranan penting dalam mengembangkan / peningkatan prestasi yang optimal bagi cabang olahraga yang lainnya dan bahkan dapat diperhitungkan sebagai suatu ukuran kemajuan suatu negara.
Berdasarkan hal tersebut, kita dapat menyimak bahwa atletik merupakan unsur olahraga terpenting pada suatu penyelenggaraan olimpiade. Hal ini dikarenakan pengembangan dan peningkatan prestasi olahraga lain dapat dicapai melalui latihan nomor-nomor atletik, khususnya dalam peningkatan kondisi fisik. Nilai edukatif dari cabang atletik dapat dijadikan dukungan dalam pengembangan sumber daya manusia yang potensial di bidang olahraga. Sangat tepat kebijakan pemerintah dalam memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, khususnya cabang atletik. Dimungkinkan untuk dapat dimanfaatkan dalam rangka permasalahan dan pembibitan. Dengan pembinaan yang khusus dan terarah, pencapaian tujuan prestasi akan diraih secara maksimal. Salah satu nomor pada cabang atletik adalah nomor lempar yang di dalamnya terdiri dari ; lempar cakram, lempar lembing, lontar martil dan tolak peluru. Faktor tersebut ada yang bersifat internal misalnya ; bakat, emosi, suasana hati, motivasi dan lain-lain. Sedangkan faktor yang bersifat eksternal diantaranya ; faktor pelatih, sarana dan prasarana, lingkungan dan sosial budaya.
Prestasi pada nomor atletik dapat dicapai melalui latihan yang khusus dan teratur dalam jangka waktu yang relatif lama. Potensi yang cocok dengan cabang olahraga yang ditekuninya seperti keadaan fisik, penguasaan teknik dan persyaratan lainnya semestinya dimiliki oleh seorang atlet. Rusli Lutan (1986:1) menjelaskan sebagai berikut :
Hasil evaluasi dan analisis terhadap event olahraga tingkat dunia seperti kejuaran dunia, olimpiade dan sebagainya, menunjukan bahwa atlet yang muncul sebagai juara atau mampu menampilkan prestasi yang mengesankan adalah yang bersangkutan memiliki karakteristik psikologis yang cocok dengan cabang olahraga, yang memiliki fisikal yang menonjol. Yang memiliki penguasaan teknik dan taktik yang sempurna dalam menempuh latihan selama bertahun-tahun.
Lempar cakram merupakan suatu koordinasi gerak menolak yang eksplosif, karena dalam gerak tersebut dibutuhkan pengerahan kekuatan yang penuh disertai dengan kecepatan. Kedua unsur tersebut adalah membentuk power. Untuk memperoleh hasil yang jauh dari suatu gerakan Lempar Cakram, maka dibutuhkan power lengan yang besar.
Power diperoleh dari latihan kekuatan dan kecepatan, karena yang menjadi karakteristik geraknya adalah menolak maka diperlukan power lengan sebesar-besarnya di samping unsur-unsur yang lain yang diabaikan dalam penelitian ini. Ada beberapa latihan untuk memperoleh power lengan diantaranya Shoulders Press (Menggunakan alat Bantu), Push Up (Manual), serta bentuk-bentuk latihan yang lainnya. Latihan-latihan itu diawali dengan latihan kekuatan kemudian dilanjutkan dengan latihan kecepatan secara sistematis.

MACAM-MACAM LARI

Standar

Lari dan nomor-nomornya dengan pendekatan strategi model pembelajarannya
1. Lari rintangan
Lari rintangan dalam kegiatan pembelajaran atletik di sekolah menengah pertama dapat dilakukan dengan menggunakan angota, tubuh sebagai rintangan dan menggunakan alat bantu, seperti kursi, bangku swedia, peti lompat, meja, dan lain lain . Sebaiknya guru lebih dulu menggunakan rintangan anggota tubuh, supaya mengurangi rasa takut pada murid (terutama murid perempuan).
2. Lari Sambung atau Lari Estafet
Lari sambung atau lari estafet adalah suatu bentuk lari dimana terdapat dua orang atau lebih yang saling mengoperkan secara bergantian kepada temannya sehingga terjadi gerakan lari yang bersambungan sambil membawa tongkat. Untuk pembelajaran lari sambung, guru hendaknya jangan terpaku pada keharusan untuk memakai tongkat sebagai benda yang akan dioperkan kepada temannya. Banyak benda yang dapat dijadikan sebagai pengganti tongkat estafet, seperti botol bekas minuman ukuran 500 ml, ranting pohon, daun daunan, dan lain lain.
3. Lari sprint/gawang
Dua jalur lari adalah perlu untuk tiap team/regu : satu jalur dengan gawang, yang satu jalur tanpa. Setengah/separo regu berada di sisi seberang; siswa No.1 memulai dari posisi start berdiri dan lari kencang (datar) 40 m. Pada akhir jalur 40 m, dia memberikan benda lunak (misal : gelang karet besar) kepada mitra seregu No.2 yang telah menantinya. No. 2 ini sambil tangan satunya masih memegang tongkat/tiang bendera akan menerima bendak lunak dimaksud. Dia juga memulai dari start berdiri tetapi berlari (ke arah sebaliknya) dengan menempuh jarak 40 m dengan melewati rintangan gawang. Setiap kali pemberina benda lunak dilakukan dengan cara yang sama seperti antara dua orang pelari yang pertama itu. Setelah menggunakan start berdiri, maka pelari No.3 akan berlari jarak 40 m yang datar (tanpa rintangan) dan memberikan benda lunak kepada pelari No. 4 yang harus berlari melewati beberapa buah rintangan gawang. Demikian dan seterusnya.
4. Lari Sprint / Lari Belak-Belok (Slalom)
Tiap team memerlukan dua buah jalur-lari (lihat 3.1): satu jalur-lari dengan tiang belak-belok, yang lain tanpa tiang. Separuh team/regu siap disisi seberang seperti pada 3.1. Siswa No.1 memulai start berdiri dan berlari kencang 40m. Pada akhir jalur No.1 ini memberikan tongkat estafet kepada No.2 teman seregu yang telah menunggu, yang akan menerimanya sambil berpegangan pada tiang bendera. Siswa ini juga memulai dengan start berdiri tetapi berlari menempuh jarak kembali dengan mengitari tiang belak-belok. Pergantian (pemberian & penerimaan) tongkat terjadi dengan cara yang sama seperti yang dilakukan antara dua orang pelari pertama. Setelah menggunakan start berdiri pelari berikutnya No.3 berlari kencang datar dan memberikan tongkat estafet kepada siswa No. 4 yang pada gilirannya harus berlari mengitari tiang-tiang belak-belok dst.